Film Indonesia

Sinopsis ‘Gundala’, Patriot Pertama Dari Jagat Bumilangit

Atas nama dendam masa lalu, Pengkor dan anak-anak asuhnya berencana merusak generasi dengan meracun janin ibu hamil di seluruh negeri. Syuting yang memakan waktu hingga 53 hari lamanya ini melibatkan 1.800 orang. Selain itu, pemain Gundala juga melakukan latihan silat berbulan-bulan sebelumnya.

Suatu ketika ia dikejar dan dipukuli oleh sekelompok anak jalanan, sampai akhirnya ia diselamatkan oleh Awang (Faris Fadjar Munggaran), seorang anak jalanan yang lebih tua darinya. Sancaka tinggal bersama Awang selama beberapa waktu, dan Awang melatihnya agar menguasai ilmu bela diri. Awang juga memberi pesan kepada Sancaka untuk tidak ikut campur dengan urusan orang lain jika dia ingin tetap hidup aman di jalanan. Suatu malam, Sancaka dan Awang berencana untuk berangkat ke Tenggara dengan menaiki kereta yang lewat.

Karakter Gundala diciptakan oleh Hasmi setelah ia terinspirasi tokoh superhero komik DC yaitu The Flash. Walaupun begitu, jalan cerita Gundala di komik mengambil latar belakang di Yogyakarta.

Sinopsis Film Gundala

Dan parahnya, adegan laga seperti ini terus menerus diulang-ulang dari awal hingga akhir movie. Produksi film ini melibatkan 1.800 pemain dan pengambilan gambar dilakukan di 70 lokasi yang berbeda di Indonesia. Selama produksi film, Joko melarang semua pemain untuk menonton movie lain untuk dijadikan rujukan bagi movie ini.

Meski demikian, secara keseluruhan film ini layak menjadi pembangkit kembali film laga dan pahlawan super di Indonesia yang sempat tertidur pulas dalam waktu lama. Film ini juga dibuat dengan aman oleh Joko Anwar, sehingga dapat ditonton oleh keluarga Indonesia. Film Gundaladimulai dari cerita Sancaka kecil (Muzakki Ramadhan) yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, ia memikirkan keselamatannya sendiri untuk bertahan hidup, meski banyak ketidakadilan yang ia lihat seorang diri. Salah satu komentar datang dari pemilik akun Youtube bernama Defry Prima.

Sinopsis Film Gundala

Saya juga mengerti, kalau Gundala adalah pintu gerbang pertama yang mustahil bisa dibuat dengan sempurna. Masih diperlukan banyak percobaan, masih perlu banyak waktu untuk mendapatkan ‘ramuan’ khas Jagad Sinema Bumilangit yang bisa menghipnotis penonton Indonesia di masa depan.

Sinopsis Film Gundala

Dia biasanya menghabiskan 1-2 bulan untuk proses penulisan naskah, tetapi akhirnya menghabiskan 7 bulan untuk proyek ini. Menafsirkan kembali asal mula dari komiknya tahun 1969, ia menyusun ulang cerita itu dengan cara yang dapat menarik kaum milenial dan centenial.

Membedah cerita yang kini dikembangkan oleh penulis sekaligus sutradara Joko Anwar betul memerlukan kehati-hatian karena pesan dalam film dapat ditafsirkan berbeda dari suasana hati yang berbeda pula. Diadaptasi dari komik Gundala Putra Petir karya Harya Suraminata (Hasmi) yang rilis pada 1969, movie ini menjadi pintu yang membuka jagad garis kehidupan para pahlawan lokal yang dikenal dengan sebutan Jagad Sinema Bumi Langit. Salah satu soundtrack yang melengkapi film ini adalah lagu 1962 The End of the World oleh Skeeter Davis. Tim produksi setuju bahwa lirik mewakili tema utama film; ketika banyak orang di suatu negara tidak menegakkan keadilan, mereka akan menuju akhir dunia.

Dilaporkan pembelian tiket awal untuk bioskop yang didukung format suara Dolby Atmos sudah laris manis dibeli penonton. Pertempuran Sencaka dengan para “anak” Pengkor berlanjut hingga di atap pabrik, tempat Pengkor menahan Pak Agung, Wulan, dan Tedy dengan tujuan membunuh mereka di depan Sancaka. Kamal sempat menghipnotis Sancaka, namun teriakan Wulan menyadarkannya. Sancaka akhirnya berhasil melepaskan kekuatan petirnya dari dalam dirinya dan mengalahkan sebagian besar “anak-anak” Pengkor.

Sinopsis Film Gundala

Kesederhanaan juga terlihat dari latar tempat cerita dan visual efek yang dibuat. Memang hal yang mustahil apabila Joko ingin membangun pengalaman menonton yang megah seperti halnya terlihat dalam movie-film blockbuster Hollywood dengan biaya produksi selangit. Film Gundala diadaptasi dari komik “Gundala Putra Petir” karangan Harya Suraminata. Kritik sosial sedalam ini, mengikuti perkembangan dan memberikan potret kehidupan nyata saat ini yang berlaku. Konon , Indonesia dalam kondisi sesuai lini waktu tersebut, sehingga alur cerita dalam film ini , tidak terasa membosankan bahkan terasa sangat dikenal , serta familiar .

Sinopsis Film Gundala

Related Articles

Back to top button