Film Barat

Review Film Darkest Hour “Pilihan Politik Yang Menentukan Jalannya Perang Dunia Ii” Halaman 1

Review Darkest Hour

Jika kamu menyukai movie perang yang berbau sejarah dan politik, Darkest Hour wajib ditonton. Selain menikmati akting Gary Oldman yang keren dan dapat merepresentasikan sisi eksentrik Churchill dengan baik, penonton juga dapat belajar mengenai intrik politik yang bertarung antara kekuasaan dan keberpihakan terhadap rakyat. Kalau dimensi fisiologis tokoh Winston Churchill berhasil diciptakan dengan cukup sempurna oleh Gary Oldman, pada dimensi yang lain juga berhasil diciptakan dengan baik. Salah satunya adalah soal dinamika emosi yang menarik pada hampir semua adegan. Dalam movie Darkest Hour ini kita diberikan penggambaran bahwa Churchill adalah orang yang pemarah, egois, sombong, superior, dan tidak bisa ditekan.

Kemampuan speech Churchill terutama menarik banget buat si sekretaris, kita bisa melihat dia senang mengetikkan kalimat-kalimat berapi tersebut. Juga ada alasan private yang menyangkut salah satu anggota keluarga Elizabeth. Tapi movie enggak pernah mengeksplorasi sudut pandang Elizabeth lebih lanjut.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews. Churchill menghadapi masalah ketika pasukan Inggris terjebak di Calais dan Dunkirk. Churchill ingin agar mereka diselamatkan dengan cara menghadapi pasukan Nazi yang mengepung mereka. Tapi, cara itu ditentang Halifax yang menganggap itu adalah misi bunuh diri.

Bukan suara mesin, bom, atau tembakan, tapi suara yang bikin nasib lo, keluarga, dan bangsa diambang kehancuran. Dario Marianelli sebagai penata musik sukses bikin nada-nadanya jadi atmosfer ketakutan. Sesuai dengan judulnya, film ini menceritakan masa tergelap Inggris pada masa Perang Dunia 2.

Review Darkest Hour

Review Film Darkest Hour

Review Darkest Hour

Dia kemudian mengusulkan agar Inggris menggelar perundingan dengan Nazi yang dimediasi Italia yang saat itu dipimpin Mussolini. Halifax memberi waktu Churchill untuk mempertimbangkan opsi itu dan jika dia tidak mau berunding, Halifax mengancam mundur dari kabinet. Churchill pun kemudian dilantik sebagai perdana menteri oleh Raja Henry VI. Dia langsung membentuk pemerintahan dengan dua kabinet, yaitu Kabinet Perang dan Kabinet Nonperang. Selain itu, dia juga menunjuk dua rivalnya, Chamberlain dan Viscount Halifax sebagai penasihatnya. Di masa-masa krusial itulah, lantas muncul satu sosok yang terus dikenang sampai saat ini, yaitu Winston Churchill.

Raja menegaskan bahwa ia menganggap Winston sebagai pilihan yang buruk dan tidak bermaksud memperlakukannya dengan hormat sama seperti pendahulunya. Atas penampilannya di “Darkest Hour”, Gary Oldman juga berhasil memenangi kategori Aktor Terbaik untuk Film Drama di ajang Golden Globe, serta gelar serupa dalam acara Screen Actors Guild Award. Namun, panggung politik harus terus berjalan, dan itulah yang bakal dilalui oleh Churchill, yang penunjukannya dapat disebut apes karena terjadi pada tahun 1940. Pihak oposisi di parlemen Inggris, yaitu Partai Buruh yang dipimpin Clement Atlee , dalam sidang parlemen menunjukkan ketidakbecusan pemerintahan Konservatif ketika itu. Skor untuk film ini saya kasih 9 dari 10 karena saya sangat suka dengan akting semua pemeran dan movie set dari movie ini.

Darkest Hour merupakan film sejarah-biografi yang sangat asyik untuk ditonton. Tak hanya memberikan banyak informasi tentang sejarah seorang Winston Churcill dan pemerintahan Inggris saat itu, film ini pun digarap dengan sangat menarik oleh Joe Wright. Tak melulu serius dengan drama yang ada, Joe sangat lihai menempatkan komedi di beberapa adegan-adegan pentingnya. Inti cerita film ini sederhana, apakah mau merundingkan perdamaian atau mau terus berperang dengan Jerman. Namun, taruhannya luar biasa karena kondisi pasukan perang Inggris kurang baik.

Dia berhasil memvisualisasikan sosoknya yang enggak sempurna namun kuat dan idealis. Apalagi, tiap kata-kata yang diucapkan kerap menginspirasi banyak orang hingga saat ini. Karena film sejarah, Wright pun ngasih petunjuk tanggal-tanggal penting peristiwa tersebut.

Hal itu bisa ngebantu lo untuk kembali belajar sejarah dunia. Dialog-dialog yang diucapkan para pemain juga ngasih petunjuk sejarah. Kalau lo mau tahu kisah selanjutnya, lo pun harus baca buku sejarahnya.

Gary Oldman memerankan dengan sangat baik Winston Churchill. Ketika dia berpidato di depan tokoh politik, anggota Dewan dan berbicara dengan warga Inggris di kereta bawah tanah. Lily James dan pemeran pendukung lainnya juga sangat apik dalam berperan. Film ini lebih mengisahkan “pertarungan” Winston Churchill untuk menyelamatkan Ratusan Ribu pasukan yang terjebak di Dunkirk.

Kalau kalian memperhatikan film Darkest Hour ini baik-baik, hampir 70% emosi yang ada di movie ini adalah emosi marah yang meledak-ledak. Meski ada banyak sekali adegan marah, kita masih bisa melihat dinamika dalam setiap adegan marah yang dilakukan Gary Oldman.

Review Darkest Hour

Di tengah peperangan yang terus menyudutkan, Inggris pun akhirnya melakukan pergantian Perdana Menteri. Neville Chamberlain terpaksa harus diganti karena masyarakat dan anggota legislatif sudah tidak percaya lagi melihat situasi perang yang semakin menekan Inggris. Namun yang menjadi “hati” di dalam film ini adalah Elizabeth Layton; sekretaris pribadi Churchill yang diperankan dengan sangat apik oleh aktris cantik Lily James. Namun selama dua jam durasi movie berlangsung, semua pikiran negatif penulis tentang hal-hal diatas lenyap tak berbekas, lewat penampilan Oldman yang totalitas bak kerasukan. Penampilan luar biasa Gary Oldman sendiri sudah lebih dari cukup sebagai alasan kenapa andaharusmenontonDarkest Hour.

Uniknya, lo bakal menjumpai mobil-mobil antik dan gaya busana yang retro. Sayangnya, ada beberapa mobil terlihat lebih trendy dari zamannya.

Review Darkest Hour

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button