Film Barat

Review Film Aladdin, Dongeng Lama Rasa Baru Dengan Unsur Kekinian

Namun sayangnya, Disney tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk memberikan film baru yang lebih berkesan di hati penontonnya. Garis besar cerita yang diangkat dari dongeng 1001 malam itu masih sama, mengisahkan seorang yatim piatu bernama Aladdin (diperankan Mena Massoud) yang bertahan hidup dengan mencuri di pasar.

Namun sayangnya, Disney tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk memberikan movie baru yang lebih berkesan di hati penontonnya. Garis besar cerita yang diangkat dari dongeng 1001 malam itu masih sama, mengisahkan seorang yatim piatu bernama Aladdin (diperankan Mena Massoud) yang bertahan hidup dengan mencuri di pasar.

Kira-kira tahun lalu, Naomi Scott dan Mena Massoud disudutkan oleh berbagai caci maki. Hal itu disebabkan oleh keputusan Guy Ritchie dan Disney merekrut keduanya memerankan Jasmine, Aladdin, serta Genie dalam film Aladdin versi reside motion. Kemarin (22/5), keduanya menjawab berbagai caci maki dengan penampilan super epik selama 128 menit.

Desain produksi dan kostum sangat mewah, baik di gua harta karun, di Istana Agarabah, atau di lingkungan penduduk. Setiap bingkai movie penuh dengan detail visible yang berkilauan. Saking mempertahankan materi asli yang dibuat fashionable, Ritchie cakap dalam memilih para bintangnya. Mena Massoud pas menggambarkan Aladdin yang mungkin aja perannya membuka jalannya ke Hollywood.

Salah satu hal yang berhasil dipertahankan oleh Disney adalah cerita romansa Aladdin dan Putri Jasmine yang tetap mengesankan. Cerita legendaris pencuri yang terpikat dengan kecantikan seorang putri dan rela melakukan segala cara agar bisa diterima oleh keluarga sang Putri dibawa dengan apik oleh Naomi Scott dan Mena Massoud. Segala keskeptisan itu bisa dikatakan terpatahkan, karena film Aladdin ini bisa dikatakan melebihi ekspektasi penonton yang sudah cukup rendah itu. Film Aladdin live-motion merupakan remake dari film animasi Aladdin di tahun 1992 buatan Disney.

Sebagai sebuah tontonan yang ditujukan untuk anak kecil, Aladdin adalah film yang sangat bersih dari unsur dewasa layaknya Marry Poppins yang juga berada di ranah film musikal. Selain itu, Aladdin juga berhasil menampilkan visible yang sangat indah ditambah dengan CGI yang spektakuler. Pada akhirnya, Jasmine yang terus dibungkam berusaha memberanikan diri dan berbicara dengan tegas di depan ayahnya, Jafar dan seluruh pengawal kerajaan. Ia pun mendapatkan restu untuk menjadi sultan berikutnya dan menghapuskan peraturan pernikahan dengan seorang pangeran.

Review Film Mangkujiwo (

Review Film Aladdin

via Walt Disney PicturesAlan Stewart sebagai direktur fotografi malah tidak fokus menangkap akrobatik Aladdin. Aladdin disebut sebagai “Tikus Jalanan” yang melarikan diri dari penjaga karena mencuri.

Review Film Aladdin

Related Articles

Back to top button