Film Barat

Review Film

review film the dictator

Cohen, yang berperan sebagai Laksamana Jenderal Aladeen, diktator Republik Wadiya yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat, ditemani oleh Anna Faris, Ben Kingsley, Jason Mantzoukas, dan John C. Reilly. The Dictator, adalah movie terbaru Sacha Baron Cohen, yang identik dengan karakter sinopis film Borat. Meski beda latar belakang, dan mengangkat kehidupan seorang diktator dari Timur Tengah, toh Sacha Baron tak bisa lepas dari gaya khasnya. Terlepas dari semua itu, Film ini masih layak anda tonton di saat waktu luang dan benar – benar suntuk dengan aktivitas anda sehari – hari.

Belum lagi trailer – trailer yang sudah dirilis berhasil membuat jutaan orang yang menyaksikannya tertawa terbahak – bahak. Dalam movie ini, Cohen berperan sebagai seorang dictator kejam namun bodoh bernama film barat Aladeen dari negara fiksi bernama Wadiya yang kaya – raya berkat sumber daya minyaknya. Suatu hari, ia dan pamannya, Tamir diundang ke Amerika untuk membicarakan mengenai senjata nuklir yang tengah ia bangun.

Untungnya setelah berjalan beberapa saat film ini mulai menemukan sentuhannya. Saat itu adalah momen dimana The Dictator tidak hanya menampilkan komedi jorok dan kasar ditambah rasisme tanggung seperti diawal movie, tapi secara complete review film mengeluarkan semuanya. Rasisme yang di bagian awal masih terasa “ringan” mulai makin ofensif. Tapi anhenya makin ofensif dan kasar rasisme yang muncul dalam humornya justru makin terasa lucu movie ini.

Serta, pengulangan Joke yang seharusnya di awal – awal lucu karena sering digunakan menjadi membosankan untuk dinikmati. The Dictator mengisahkan tentang kediktatoran General Aladeen yang sering bertindak kejam terhadap orang lain. Tapi kekejaman tersebut bukan dikarenakan Aladeen adalah pria berdarah dingin namun lebih karena kebodohan.

Dalam pengasingannya tersebut, karakter yang diperankan oleh Cohen menyusuri jalanan di kota New York dengan menunggangi unta, mengikuti balap lari sambil membawa pistol, hingga meniduri Megan Fox. Nama-nama besar, seperti Ben Kingsley, Anna Faris, dan John C. Reilly, pun turut meramaikan jajaran aktor dalam movie komedi satir tersebut. Wah,,, film ini bisa jadi alternatif buat mereka yang setiap hari di sibukkan dengan segudang aktivitas. Karena terkadang ada saatnya kita menginstal pikiran dengan menonton film komedi bertajuk humor, salah satu pilihannya.

Ia makin menekuni akting ketika memasuki universitas dan bergabung dengan kelompok Cambridge University Amateur Dramatic Club. Pada masa itu, Cohen sempat memainkan lakon “Cyrano de Bergerac” dan “Fiddler on the Roof”. Menjelang keberangkatannya, Borat sempat menjelaskan mengapa ia dikirim negaranya ke Amerika. “Meskipun Kazakhstan negara yang hebat, kami tetap memiliki masalah serius.

review film the dictator

Baginya roket dengan ujung bulat tidak mengerikan dan terlihat bagaikan sebuah dildo raksasa. Kediktatoran dan pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Aladeen sendiri mendapat kecaman dari banyak pihak khususnya ulasan film Amerika Serikat. Hal itu membuat negara luar mengancam akan menyerang Wadiya jika Aladeen tidak bersedia menghentikan kediktatorannya. Akhirnya untuk membahas perihal tersebut Aladeen berkunjung ke New York.

Kunjungi situs internet kami setiap hari untuk membaca berita terbaru, berita hangat, menonton film baru, mendengarkan lagu-lagu hebat, dan banyak lagi. The dictator menceritakan tentang seorang pemimpin otoriter dari wadiya bernama aladeen. Ayahnya, Gerald Baron Cohen, seorang keturunan Yahudi dari EropaTimur. Sementara ibunya, Daniella Weiser, lahir di Israel dan juga memiliki darah Yahudi Jerman. Kemampuan akting Cohen sudah diasah sejak ia masih bersekolah di Christ’s College.

Itulah kenapa kemudian Kementerian Informatika mengirim saya ke U.S and A, negara terhebat di dunia, untuk mempelajari hal yang berguna bagi Kazakhstan.” Perhatikan penyebutan US and A sebagai bentuk kebodohan lain dari sosok Borat. Tapi kalau ditilik lebih jauh, sebenarnya lelucon Sacha Baron Cohen tidak mengenal ras dan agama, mungkin hampir semua makhluk hidup di muka bumi ini menjadi bahan leluconnya, entah jenius entah sinting. “. . karena mau tidak mau rasanya kita harus mengakui jenis humor dan lelucon yang paling sering membuat kita tertawa adalah lelucon berbau rasis atau yang memasukkan unsur stereotype suatu golongan.”

Menceritakan Si Diktator yang bodoh bernama Aldeen yang pindah ke amerika serikat untuk membicarakan tentang senjata nuklir yang akan dibuat. tetapi, Aladeen diculik dan dicukur jenggotnya sehingga tidak ada yang mengenalinya lagi dan Tamir, Paman Aladeen sudah menyiapkan rencana untuk membuat negara Wadiya menjadi negara demokrasi.

review film the dictator

Bersama produsernya, Azamat Begatov, Borat pergi ke Amerika Serikat untuk mempelajari kultur negeri tersebut. Ada begitu banyak humor super ofensif yang muncul dari sikap Borat di sepanjang film ini. The Dictator adalah sebuah movie komedi Amerika Serikat tahun 2012 yang ditulis dan dibintangi oleh Sacha Baron Cohen. Film ini disutradarai Larry Charles, yang sebelumnya pernah menyutradarai mokumenter Borat dan Brüno.

Edna Sweetlove’S Rating Of The Film The Dictator

The Dictator jelas memiliki banyak humor cerdas, kasar dan vulgar khas Cohen yang tentunya sanggup mengocok perut para penonton dan para penggemar Cohen sekalipun. Sayangnya, kualitas humor movie ini sedikit di bawah ekspetasi, apalagi mengingat sebagian besar scene – scene terbaik film ini sudah ada dalam trailer – trailer yang dirilis oleh tim advertising Paramount. Beberapa joke yang ditawarkan dalam movie ini terkesan terlalu dipaksakan dan infantile untuk ukuran R-rated movie, hingga justru membuatnya jauh dari kesan lucu. And consider it or not, jumlahnya terbilang tidak sedikit dan hampir selalu muncul di saat narasi movie ini mengalami kedodoran. Bagi para penggemar berat Sacha Baron Cohen, The Dictator jelas merupakan movie yang sangat dinanti – nantikan.

Related Articles

Back to top button