Film Barat

Resensi Film

Review Film Fantastic Beast

Selain itu, kehadiran makhluk-makhluk ajaib dengan visualisasi memikat juga membuat film terasa lebih semarak. Ini ditambah dengan gubahan musik megah dari James Newton Howard.

Sedangkan menurut situs rottentomatoes Film Fantastic Beasts and Where to Find Them mendapat skor sebanyak seventy four persen dengan penilaian penonton sebanyak 79 persen. Film Fantastic Beasts and Where to Find Them diproduksi dan ditulis oleh J.K Rowling dan merupakan adaptasi dari novelnya dengan judul yang sama. Rowling telah melibatkan dirinya untuk menjadi seorang profesor di Hogwarts pada 1927. Banyak yang menyangka kalau itu adalah kerabat Proffesor McGonagall dan bukan Minerva McGonagall. Namun, pas tahu di credit score title ternyata itu Minerva McGonagall, penggemar langsung berbinar sekaligus kecewa soal penampilannya yang sangat singkat dan enggak sepadan sama sekali untuknya.

Soalnya, dia termasuk sorotan nyata dan movie bakal lebih seru kalau dia dimanfaatkan lebih baik dalam banyak adegan spektakuler. Rowling ingin memasukkan unsur Harry Potter dalam franchise ini. Akan tetapi, penampilan dua karakter utama Harry Potter justru bikin kecewa.

Ini bikin gue penasarana bagaimana Dumbledore di masa mudanya digambarkan. Masa-masa sebelum dia jadi kepala sekolah yang serba bijaksana, misterius dan gak bisa dikalahin. Karena movie yang merupakan debut JK Rowling sebagai screenwriter ini memang dibuat gelap dan mengandung pesan-pesan yang cukup berat. Nah movie ini menawarkan cerita dengan dimensi yang sama sekali baru.

Rowling ini, ternyata juga sama penasarannya sama penonton. Jadinya kita ikutan dia untuk mencari identitas aslinya sepanjang movie. Film Fantastic Beasts and Where to Find Them merupakan sebuah film yang disutradarai oleh David Yates. AAC2 itu sudah berada di liga yang berbeda dan levelnya sudah superior soal imajinasi dalam bercerita lho.

  • Visual yang mewarnai The Crimes of Grindelwald ini pula yang membuat saya mampu bertahan menyaksikan sinetron versi Bu Rowling.
  • Saat film berakhir, saya hanya berdoa semoga Bu Rowling segera kembali ke jalan yang benar sehingga seri-seri Fantastic Beasts berikutnya mampu membuktikan bahwa seri ini memang layak diceritakan dalam lima instalmen.
  • Yang juga layak diapresiasi adalah tampilan visualnya yang masih sanggup menguarkan nuansa magis lebih-lebih saat musik tema Harry Potter turut berkumandang mengiringi beberapa adegan.
  • Jika instalmen pendahulu bisa ditonton oleh penonton awam tanpa dibekali pengetahuan komprehensif soal dunia ciptaannya Bu Rowling, The Crimes of Grindelwald terasa lebih eksklusif.
  • Visual yang ditonjolkan dalam rangkaian adegan ini memberikan setitik alasan sederhana mengapa franchise dunia sihir ini bisa banyak dicintai dan dikagumi oleh banyak orang.

Credence yang kini telah mampu mengendalikan parasit hitamnya, obscurus dan diyakini Grindelwald bisa dimanfaatkan untuk membantunya menghabisi Albus Dumbledore . “Lestrange…,“ Harry mengucapkannya dengan keras. Nama itu muncul dalam benaknya; ia pernah mengetahuinya namun saat itu tidak bisa memikirkan tepatnya dari mana. – novel Harry Potter and The Order of the Phoenix. Tentu saja, beberapa hewan ajaib nan unik ikut muncul sebagai pemanis film. Prequel dari Harry Potter ini bersetting pada tahun 1920an di kota New York, Amerika Serikat.

Jika dibandingkan dengan sekuel Harry Potter, Fantastic Beasts menggunakan efek CGI yang jauh lebih modern ketimbang film terakhir Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 . Tak hanya dari segi ‘sihir menyihir’, tapi juga suasana kota yang masih terlihat vintage serta kemunculan hewan-hewan dunia sihir lainnya. Kritikus menyebut jika movie yang dibintangi Eddie Redmayne ini merupakan movie terburuk di antara serial Harry Potters yang lain. Di situs Rotten Tomatoes, Fantastic Beasts hanya memiliki skor 55 persen.

Kalau lo pikir movie ini bakal ada pertempuran antara Grindelwald dengan Scamander, sayangnya lo harus hilangkan ekspektasi lo. Beberapa bulan setelah Review FIlm Newt Scamander menangkap Gellert Grindelwald dan berhasil menahannya, penyihir jahat tersebut berhasil melarikan diri dan siap bikin kekacauan.

Orang-orang dengan kekuatan sihir diburu untuk kemudian dibunuh. David Yates sendiri adalah orang yang menduduki bangku sutradara di Fantastic Beasts and Where to Find Them juga, jadi tidak heran bila ia kembali menggarap The Crimes of Grindelwald.

Fantastic Beast 2 : Fakta Dan Sinopsis Film Fantastic Beasts 2 Hingga Diskon

Namun Hogwarts akan dimunculkan dalam set waktu berbeda dari ketujuh film seri Harry Potter. Fantastic Beast 2 akan memperluas dunia sihir ke New York, London dan Paris. Juga tokoh-tokoh baru bermunculan, seperti Thesesus Scamander, saudara dari Newt Schamander, Nagini, Nicholas Flamel, Torquil Travers dan Roiser.

Related Articles

Back to top button