Film Barat

Manchester By The Sea Review

Ulasan Film Manchester by the Sea

Ia pun menginginkan sahabatnya untuk mengurus Patrick karena ia tidak mau tinggal lagi di kota tersebut. Namun, sambil menunggu proses pemakaman ayah Patrick, Lee bertanggung jawab mengurus keseharian Patrick.

mid-shot dipadukan kamera statis juga pengambilan gambar tanpa putus yang memfasilitasi observasi penonton secara jelas nan menyeluruh. Film Manchester by the Sea disutradarai oleh Kenneth Lonergen dengan skenario yang ia tulis sendiri, movie ini mengalir pure dengan kesan kesedihan yang mendalam. Manchester by the Sea dirilis pada tahun 2016 diperankan oleh Casey Affleck yang sukses memerankan seorang detektif muda dalam film Gone Baby Gone . Wajar ketika adik Ben Affleck ini menjadi salah satu kandidat aktor peraih Oscar yang bakal digelar 26 Februari ini. Sebab, sebelumnya Casey lebih banyak menepi dari peran utama selain film-film di atas –bahkan sempat menjadi sutradara dari ‘I’m Still Here’ yang menimbulkan banyak masalah itu–.

Lee menyamakan kondisi sang keponakan dengan dirinya, menyeret Patrick pergi, bersembunyi, menjauh sebisa mungkin dari sumber duka. Padahal Patrick ingin menjalani hari seperti biasa, bermain band, hockey, dan bercinta dengan dua kekasihnya. Sadar atau tidak, Lee bukan menolong Patrick, melainkan dirinya sendiri. Lee ingin membawa Patrick pergi supaya ia pun dapat menjauh dari duka.

Lalu Apa Yang Tidak Menarik?

Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $seventy eight.988.148, melebihi anggaran produksi film $eight,5 juta. Film Manchester by the Sea mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 95%, berdasarkan 305 ulasan, dengan score rata-rata 8,8/10.

Ia sempat meminta patrick untuk tinggal bersamanya di Boston tetapi Patrick menolak dan terjadi argumen hebat. Di tengah kewajibannya untuk mengurus keponakannya itu, Lee pun harus berjuang bertahan dari masa lalunya yang kelam dan juga diperparah oleh pertemuan dengan mantan istrinya. Ketika Joe Chandler, sang kakak meninggal karena kelainan jantung, Lee yang sudah hidup sendiri karena berpisah dari Randi bahkan harus pulang ke kota kecil di mana trauma terdalamnya itu muncul. Secara garis besar permainan Casey Affleck di film ini – kalau boleh kami bilang- yang menarik hanyalah permainan emosi, dan dimensi psikologis tokohnya.

Ulasan Film Manchester by the Sea

Kehadiran formula karakter pada Lee dan Patrick bakal membuat kebanyakan film Hollywood bernafsu untuk membahas hubungan yang terjalin antara damaged man dengan remaja-penuh-kehidupan, di mana mereka akan saling mengubah sikap satu sama lain. Namun dalam Manchester by Sea, sutradara sekaligus penulis skrip Kenneth Lonergan lebih tertarik mendalami pergulatan emosi dan derita yang dialami oleh seseorang seperti Lee. Paman dan ponakan ini sama-sama berduka, mereka sebenarnya mengerti problematika masing-masing, dan itu tergambar jelas dari bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Dengan fokus demikian, movie ini berhasil menghidupkan karakter-karakter sehidup-hidupnya.

Ulasan Film Manchester by the Sea

Mengisahkan tentang Lee Chandler seorang petugas kebersihan di Boston yang ternyata memiliki masa lalu kelam. Awal cerita, film ini menggambarkan keseharian pekerjaan Lee Chandler yang bekerja keras untuk menafkahi hidupnya sendiri. Beberapa lama kemudian, flashback pada masa lalu ketika Lee bersama kakaknya, Joe Chandler dan keponakan laki-lakinya, Patrick, sedang memancing di lautan. Lalu, kembali ke masa kini, Lee mendapatkan sebuah panggilan telepon yang cukup serius.

Ulasan Film Manchester by the Sea

Lee kaget bukan major karena ia diberitahu bahwa ia harus menjadi wali dari keponakannya. Joe telah menyiapkan dana untuk kebutuhan Patrick dan juga untuk mengurus kepindahan Lee dari Boston ke Manchester. Namun rasanya perubahan aktor ini malah membuat movie ini menjadi yang paling sering dibicarakan sebelum meraih enam nominasi untuk Oscar. Wajah tenangnya justru menghantui penonton karena di balik itu karakter Lee punya segudang kesuraman dan kerapuhan.

Manchester by the Sea merupakan sebuah movie yang disutradarai oleh Kenneth Lonergan. Patrick sendiri agak mengacuhkan kematian ayahnya, ia tampak tidak terlalu berduka atas hal tersebut bahkan menyibukkan diri di band sekaligus berpacaran. Lee juga tidak terlalu mengurusi soal kehidupan pribadi Patrick, meskipun ia kemudian setengah memaksa Patrick untuk ikut dengan dirinya pindah berdasarkan hak perwalian yang ia dapatkan.

Sebelum kami mendapatkan alasan di balik kemuakan Lee Chandler atas hidupnya, kami dibuat tertarik dengan caranya memainkan emosi dengan bungkus lelaki yang putus asa dan tidak peduli pada apapun. Dari semua bahasa tubuh yang dilakukan dan diputuskan untuk dilakukan, kami bisa melihat bahwa Lee Chandler berusaha menyampaikan pada penonton kalau dia adalah lelaki yang sudah tidak peduli pada apapun. Apakah lawan mainnya mau marah, pekerjaannya terancam, dan apapun itu, ia tetap tidak peduli.

Sehingga pada akhirnya efek emosi yang kita rasakan akan berlipat ganda. Film ini did an excellent job mencamkan picture pria penyendiri yang kasar kepada sosok Lee Chandler. Joe, almarhum abangnya, tidak pernah menjelaskan kenapa dia mempercayakan Lee sebagai wali anaknya, Patrick, meskipun memang Lee dan Patrick akrab sedari Patrick kecil.

Lee yang mabuk melampiaskan emosinya dengan memukuli orang asing di bar dan terjadi perkelahian, lalu ia diselamatkan oleh George. Keesokan harinya, ketika membersihkan tumpukan salju akibat badai, Lee mendapat kabar dari George (C.J. Wilson), temannya, bahwa kakak Lee, Joe , menderita gagal jantung. Lee kembali ke kampung halamannya di Manchester-by-the-Sea untuk menyampaikan kabar duka ini kepada putra Joe yang masih remaja, Patrick . Lee tinggal sementara di rumah Joe ketika ia mengatur pemakaman Joe dan ia terkejut bahwa Joe menjadikannya sebagai wali Patrick. Lee Chandler adalah seorang tukang dan petugas kebersihan yang pendiam.

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button