Film Indonesia

Lirik Dan Chord Lagu Ketika Cinta Bertasbih Dari Melly Goeslaw

Sinopsis Film Ketika Cinta Bertasbih

Karena keahlian dan keuletannya memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan employees KBRI. Tetapi kuliah Azzam sudah sembilan tahun berlalu, belum selesai.

Ketika Cinta Bertasbih adalah novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy. El Shirazy dilahirkan di Jawa Tengah dan berkuliah di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Dia sudah terkenal di Indonesia dan negara-negara lain karena beberapa karya catatannya, misalnya Ayat-Ayat Cinta, sudah dibuat dalam bentuk elektronik atau film. Ketika Cinta Bertasbih juga menjadi dasar movie baru dengan judul sama yang baru dirilis pada bulan Juni. SETELAH sukses dengan film “Ketika Cinta Bertasbih 1” karya dari novelis Habiburrahman El Shirazy yang ditonton lebih dari tiga juta orang, skuel KCB 2 mulai diputar di bioskop mulai 17 September lalu.

Hanya dengan kebesaran dan doa kepada Allahlah ia serahkan. Dalam mengolah alur, setiap pengarang dapat mempergunakan bermacam-macam cara. Cara yang digunakan dalam cerita ini adalah alur maju, yaitu jalan cerita atau peristiwa yang diceritakan bersifat kronologis, atau secara runtut cerita dimulai dari tahap awal , tengah , dan akhir . Saat itu ayahnya mengatakan satu lamaran yang datang dari orang yang sangat dikenalnya Yaitu M. Ilyas, sedangkan yang datang langsung pada Anna Yaitu Fuqran Andi Haswan, yang melamarnya melalui ustadz Mujab. “Melalui film Film Indonesia yang telah saya tonton beberapa hari terakhir, terus terang saya merasa senang karena saya berkesempatan banyak mengenal budaya dari bangsa-bangsa Asia,” terangnya.

Dia bernama Anna Althafunnisa, S-1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar – Cairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang Kiai Pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim. Seringnya Azzam mendapatkan job di KBRI Cairo mempertemukan ia dengan Puteri Duta Besar, Eliana Pramesthi Alam.

Furqan yang telah mengenal Anna terlebih dahulu ternyata menaruh perhatian juga terhadapat Eliana. Karena sebab inilah yang membuat Furqan menjadi bingung, akan tetapi Furqan telah melamar Anna melalui pamannya ust.Mujab. Azzam dengan kekurangannya pun tak berdaya menghadapi percintaan ini.

  • Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di Negara orang.
  • Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo.
  • Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan , ayahnya meninggal dunia.
  • Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil.
  • Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah.

Perempuan satunya menanyakan di mana letak sebuah toko buku, lalu Azzam pun memberitahukan lokasinya. Perempuan yang menanyakan lokasi toko buku itu adalah Anna Althafunnisa, namun Azzam tak mengira bahwa itu Anna karena mereka tidak saling memperkenalkan diri. Abdullah Khairul Azzam, yang juga seorang pelajar di Cairo University terpaksa harus kuliah sambil berdagang tempe.

Pada tahap awal diceritakan situasi atau keadaan Azzam sebagai seorang mahasiswa Al-Azhar yang rajin diselang waktunya digunakan untuk berjualan tempe, bakso, serta catering. Untuk mempertahankan hidupnya di Cairo, demi menghidupi ibu dan adik-adiknya di Indonesia sejak ditinggal ayahnya ketika duduk di bangku semester 2 Al-Azhar. Semangatnya yang tinggi sejak awal berubah menjadi seorang pekerja keras. Eliana anak duta besar Indonesia di Cairo yang minta bantuan Azzam untuk membuat jamuan makanan khas Indonesia pun sangat mengagumi sosok Azzam.

“Kenalkan mbak, ini kakak saya yang dulu pernah saya ceritakan sedang kuliah di Cairo seperti mbak Anna” kata Husna. Hingga suatu hari, saat Azzam membeli bahan untuk membuat tempe, ia bertemu dengan 2 orang perempuan.

Menjelang hari raya Idul Fitri entah mengapa saya teringat movie lawas beberapa tahun ke belakang. Film ini menceritakan kehidupan seorang pemuda tampan dan cerdas dari desa di Jawa Tengah bernama Abdullah Khairul Azzam yang berusia 28 tahun.

Seorang Jamaah Di Masjid Raya

Bagi orang yang mendamba berkunjung ke Mesir, buku ini semacam pelepas dahaga. Mana mungkin orang seperti dia, yang hanya kuliah sambil berjualan tempe, bisa mendapatkan Anna yang notabene anak seorang kyai besar.

Related Articles

Back to top button