Film Barat

Kaya Makna, Ini 5 Alasan Film All The Money In The World Kudu Ditonton

Review Film All the Money in the World

Saksikan film All the Money in the World di Indonesia mulai 17 Januari 2018. Ini menjadi suatu berita publik yang menjadi fenomena luar biasa di masanya. Disaat seorang konglomerat paling tersohor menolak untuk membayarkan tebusan uang penculikan cucu kesayangannya.

Sebuah serangan dilakukan dengan beberapa penculik yang terbunuh, tetapi Paul III tidak lagi berada di sana karena ia telah dijual ke organisasi kriminal baru. Para penculik baru kurang sabar dengan Paul III dan berunding lebih agresif dengan keluarga Paul Getty untuk menerima tebusan mereka. Setelah proses perundingan berulang dengan Gail dan Chace serta para penculik yang frustrasi selama beberapa waktu, mereka menurunkan harga yang diminta menjadi $4 juta. Paul Getty akhirnya memutuskan untuk membayar uang tebusan, tetapi hanya $1 juta, yang menjadi jumlah maksimum yang dapat diakuinya sebagai pengurangan pajak.

Namun keputusan di menit-menit akhir tersebut tampaknya berbuah baik. Penampilan Christopher Plummer dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik di Golden Globes 2018 lalu. Tetapi kekayaan yang fantastis itu malah semakin membuat Getty manusia paling kikir sejagat. Dalam salah satu adegan, John Paul Getty junior, Gail dan anak-anaknya sekilas melihat kamar tidur si eyang yang penuh dengan cucian yang menggelantung karena dia tak mau membuang uang membayar laundri.

Jika ada karakter yang mengundang simpati, pastilah karakter si ibu dan tangan kanan dari J.P. Namun sayang, dua karakter ini harus berbagi slot dengan karakter lain sehingga tidak mampu menaikkan kadar empati penonton pada keseluruhan film ini. Film All the Money within the World menjadi terangkat karena kabar digantinya Kevin Spacey oleh Christopher Plummer sebagai biliuner J.P. Yang menjadi heboh adalah keputusan pergantian besar-besaran ini muncul setelah tuduhan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Spacey, di saat movie nyaris selesai syuting. Dua puluh dua adegan pun harus disyuting ulang, dan memaksa Mark Wahlberg dan Michelle Williams untuk mengulangi adegan mereka di Roma.

Nah, buat lo yang enggak tahu kisah aslinya, mending lo cari tahu dulu sebelum nonton movie ini biar lo ngerti alurnya. Kalau lo langsung coba nonton, lo bakal mikir keras ke mana arah ceritanya. Film-film biopik kerap menjadi langganan nominasi dalam ajang penghargaan. Pasalnya, enggak hanya punya cerita yang kaya, film-film bioik juga sarat makna dan ngasih inspirasi.

Yap, All the Money within the World menceritakan kisah penculikan fenomenal yang dialami cucu seorang miliarder terkaya di London, John Paul Getty. Cinta kasih Gail pada putranya jelas cinta seorang orang tua tunggal yang kukuh. Pada saat Paul diculik dan disekap berbulan-bulan, hanya Gail yang betul-betul peduli dengan keselamatan anaknya. Tempat yang menjadi lokasi syuting ini cukup menarik terutama rumah Getty yang sangat mewah.

Review Film All the Money in the World

Paul Getty dalam film ini, maka pemutaran movie ini di Festival Lembaga Film Amerika dibatalkan. Ridley Scott membuat keputusan untuk mengulang proses produksi film ini selama lima minggu sebelum movie ini dirilis untuk memotong adegan Kevin Spacey, yang digantikan oleh Christopher Plummer.

Review Film All the Money in the World

Karena tidak memiliki uang sebesar itu, Gail meminta bantuan kakek Paul yang kaya raya. Alih-alih mendapatkan uang pembayar tebusan, Getty Senior menugaskan orang kepercayaannya Fletcher Chase untuk bernegosiasi dengan para penculik.

Review Film All the Money in the World

All The Money In The World

Pemilihan untuk menggambarkan karakter Gail Harris sebagai sosok wanita yang tangguh – dan dingin, yang kemudian membuat banyak spekulasi media atas keterlibatannya pada kasus penculikan puteranya – juga mampu disajikan Williams dengan baik. Wahlberg dan Charlie Plummer juga memberikan penampilan akting yang tidak mengecewakan. Namun, kualitas departemen akting All the Money in the World jelas tidak akan tampil begitu prima jika tanpa kehadiran penampilan Christopher Plummer. Paul Getty yang egois dan dingin – dan kikir – berhasil diterjemahkan dengan sempurna. Kharisma -nya yang kuat menjadikan movie ini tampil lebih hidup setiap kali karakter yang diperankannya tampil dalam jalan cerita movie.

Cara Ridley Scott membangun cerita dari awal cukup bertele-tele dan lambat. Perpindahan adegan dari satu masa ke masa lain dan dari satu lokasi ke lokasi lain pun cukup membingungkan. Cerita dan adegan baru benar-benar menarik perhatian di paruh kedua film. Salah satu penculik Paul, Cinquanta ternyata perlahan menaruh perhatian pada Paul yang sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri.

Salah satunya All the Money within the World karya Ridley Scott yang dapat tiga nominasi ajang Golden Globes 2018 dan BAFTA Award 2018. Namun, kabar gembiranya, setelah dapat pencapaian gemilang tahun ini, akhirnya film All the Money in the World berkesempatan memeriahkan bioskop Indonesia. Kehidupan anaknya yang tidak baik, Gail dan penasehat Getty menjadi sekutu.

Review Film All the Money in the World

Sebuah Thriller Yang Solid Dengan Karakter

Sedangkan si milyarder tua yang dimaksud, tidak memiliki niat sama sekali mengeluarkan uangnya. Terkecuali pada menit-menit akhir yang begitu menegangkan, bagian yang berfokus pada karakter Getty III dan para penculiknya serasa kurang menarik. Tentu saja ini bukan salah Charlie Plummer yang berakting dengan baik di sini, namun ini bisa diatributkan pada kurang digalinya karakter sang anak/cucu yang diculik sehingga agak susah untuk bersimpati padanya.

Review Film All the Money in the World

Related Articles

Back to top button